19 September 2010

Kenapa Mesti Membazir Ketika Berwuduk?

Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pernah melewati Saad yang sedang berwudhu, lalu Baginda SAW bertanya, "Mengapa engkau berlebih-lebihan seperti ini wahai Saad?" Saad bertanya:" Apakah di dalam wudhu juga ada istilah berlebih-lebihan?" Baginda SAW menjawab, " Benar, sekalipun engkau berada di sungai yang mengalir (Riwayat Ahmad)

Ulasan Hadis:

1.        Melalui hadis ini, jelas kepada kita bahawa Rasulullah SAW melarang daripada melakukan pembaziran ketika berwuduk. Bagaimana pembaziran yang dimaksudkan di dalam berwuduk?

2.        Kebanyakan daripada kita selalu buka pili laju2 ketika ambil wuduk, sehingga basah pakaian, sepatutnya kita hendaklah mengelakkan pembaziran. Buka air perlahan ketika mengambil wuduk dan insyaALLAH boleh sempurna. Jangan membazir kerana membazir itu amalan syaitan!

3.        Sebenarnya kerana kejahilan, kita tidak rasa kita sedang melakukan dosa. Dosa membazir, ALLAH sudah menyatakan dalam Al-Quran. Membazir itu saudara syaitan. Hamba ALLAH yang membazir termasuk melakukan dosa kerana membazir dan ia sudah pasti menjejaskan tumpuan dan khusyuk ketika solat. Kerana solat yang khusyuk itu bermula daripada keadaan wuduk yang dilakukan dengan baik.

4.        Wuduk sebenarnya untuk membersihkan rohani serta jasmani tetapi jika ketika membersih dalam masa yang sama 'mengotorkan' dengan amalan pembaziran dibimbangi akan mengganggu kualiti solat. Kemungkinan antara penyebab kita solat tetapi masih lagi tidak berubah kepada kebaikan adalah kerana perbuatan ini.

5.        Sebagaimana yang kita sedia maklum Islam melarang keras umatnya mengamalkan cara hidup membazir dalam semua urusan yang berkaitan dengan penggunaan air, perbelanjaan harta, pengurusan masa dan penggunaan tenaga. Perbuatan membazir adalah tabiat buruk manusia yang sering terjadi apabila mereka dikurniakan rezeki atau nikmat yang banyak. 

6.        Secara tidak langsung kita telah menggunakan rezki yang datang daripada ALLAH SWT ini secara tidak wajar dan bukan pada tempat yang sepetutnya. 

7.        Justeru, kita hendaklah memerhatikan setiap perbuatan kita, jangan sampai perkara pahala bertukar menjadi haram disebabkan kelalaian kita terhadap urusan agama. WALLAHU’ALAM.





Haramnya Berpakaian Ketat, Tipis Atau Tak Sempurna Menutupi Aurat

     Sumber : Facebook

JANGAN LUPA TUTUP Wanita berpakaian ketat di hadapan mahramnya (kerabat si wanita yang haram menikahinya) dan di hadapan wanita lain saja tidak boleh. Apalagi di hadapan lelaki lain.

Masalah wanita berpakaian ketat ini ada penegasan dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, pemakainya tak akan masuk surga, bahkan mencium bau surga saja tidak.“Dua golongan termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihat mereka; satu kaum (penguasa) yang membawa cambuk (besar) seperti ekor sapi, dengannya mereka memukuli manusia; dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoda dan menyimpang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapati aromanya, padahal aromanya bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dan sabdanya:
“Akan ada di akhir ummatku orang-orang yang naik diatas pelana seperti layaknya orang-orang besar, mereka singgah di depan pintu-pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian namun telanjang, di atas kepala mereka ada semacam punuk unta, laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka itu terlaknat.” (HR. Ahmad, Al-Haitsami berkata, para periwayat Ahmad orang-orang yang shahih/ benar).

Syaikh Muhammad Ibnu Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
Memakai pakaian-pakaian yang ketat yang memperlihatkan tonjolan kecantikan wanita dan menampakkan keindahan tubuhnya adalah perbuatan haram, karena Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda :
 Dua golongan orang yang merupakan calon pengisi neraka yang belum saya lihat mereka itu : Laki-laki yang memiliki cemeti/ cambuk bagaikan ekor sapi yang dengannya mereka memukuli orang, dan wanita-wanita yang kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang) mailat mumilat (menyimpang dari kebenaran dan mengajak orang lain untuk menyimpang) (HR Muslim dan lainnya).

Sabdanya,” kasiyat ‘ariyat,” telah ditafsirkan:

1. Bahwa mereka itu berpakaian dengan pakaian pendek yang tidak menutupi aurat yang harus ditutup,

2. dan ditafsirkan bahwa mereka mengenakan pakaian tipis yang tidak menutupi kulitnya dari pandangan di baliknya,

3. dan ditafsirkan juga bahwa mereka mengenakan pakaian ketat yang memang menutupi kulit dari pandangan namun tetap menampakan lekuk dan bentuk kemolekan tubuh wanita.

Oleh sebab itu tidak boleh bagi wanita mengenakan pakaian-pakaian ketat/sempit ini kecuali hanya di hadapan suaminya saja, karena di antara suami isteri tidak ada aurat, berdasarkan firman-Nya :
Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela (Al Mu’minun 5-6).

“…dan wanita-wanita yang kasiyat ‘ariyat mailat mumilat, kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan merasakan baunya surga…” ?

Jawab : Tidak ragu lagi bahwa perlakuan wanita memakai pakaian yang ketat/sempit yang menampakkan kemolekan badannya adalah tidak boleh. Dia tidak boleh mengenakannya kecuali di hadapan suaminya saja, adapun di hadapan selain suaminya maka itu tidak boleh (haram), meskipun di hadapan para wanita, karena dia berarti telah menjadi contoh yang sangat buruk sekali bagi yang lainnya bila mereka melihatnya memakai pakaian seperti ini, mereka akan ikut-ikutan menirunya. Dan juga dia itu diperintahkan menutupi auratnya dengan kain yang longgar dan menutupi dari semua orang, kecuali dari suaminya. Dia harus menutupi auratnya dari pandangan wanita sebagaimana dia menutupinya dari pandangan laki-laki (mahramnya) kecuali yang biasa nampak dari wanita seperti wajah, dan kedua telapak tangan yang memang dibutuhkan untuk dibuka.

Jazakumullahu khair.
--------------
BUAT YANG BELUM BERGABUNG DENGAN HALAMAN B.A.A.S.R.  
SILAHKAN KLIK LINK INI DAN BERGABUNG DENGAN BELAJAR ADAB ADAB SUNNAH : http://www.facebook.com/SunnahRasulullah.Saw


18 September 2010

Kelebihan Kalimah LAILAHAILLALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH

Sumber : Facebook

"Dari Ubadah Bin ash Shaamiti Rasulullah pernah bersabda yang bermaksud... Barangsiapa bersaksi mengatakan Lailahaillah Muhammadarrasulullah..Tiada Tuhan Yang Disembah Melainkan ALLAH.. dan Nabi Muhammad itu adalah pesuruh ALLAH, maka ALLAH akan mengharamkan neraka baginya.."

"Rasulullah pernah bersabda...Pernah pada suatu hari, sedang Nabi duduk dalam keadaan susah, maka datang Jibrail kepadanya lalu berkata..Wahai Muhammad, apa erti kesusahan, sedangkan ALLAH swt telah memberikan kepada ummat mu lima perkara dan ia belum pernah memberikan kepada seorang sebelum engkau iaitu....

1. Allah berfirman yang bermaksud " Aku disisi hambaKU ialah aku mengikut sangkaannya terhadapKU..dan ALLAH tidak menyalahi sangkaan hamba terhadapnya..

2. Barangsiapa yang menutup keaiban orang lain di dunia. Maka ALLAH akan menutup keaibannya di akhirat kelak..

3. Tidak ditutup pintu taubat ke atas umat engkau..selagi mana nyawanya belum sampai ke ghogoroh.

4. Barangsiapa datang kepada ALLAH..dengan membawa dosa sepenuh bumi maka jika ia menyebut LAILAHAILLAH MUHAMMADUR RASULULLAH...maka nescaya ALLAh akan mengampuninya..

5. Allah swt menghapuskan dosa-dosa mereka yang sudah mati dengan sebab doa orang-orang yang masih hidup

"Rasulullah pernah bersabda yang bermaksud..Barangsiapa yang berkata Laa ilaaha illALLAHU.. dan memanjangkan sebutannya (pada huruf mad) kata ulamak pada "laa" yang berada di awal, nescaya ALLAH akan meruntuhkan 4000 dosa besar yang telah dia perbuat...Para sahabat bertanya kepada Rasulullah..Bagaimana jika ia tiada dosa besar..maka Rasulullah berkata.. ALLAH akan mengampunkan dosa keluarganya dan jiran-jirannya..."

"Rasulullah saw pernah bersabda yang bermaksud.."barangsiapa yang membaca Laa ilahaillahu" maka ia akan dapat menolak bala sebanyak 99 bala dan dapat menghilangkan segala kegundahan dan kesedihan yang dialaminya.."

"Rasulullah bersabda..barangsiapa yang berkata kalimah LAILAHAILLAH MUHAMMADUR RASULULLAH... sebanyak 100 kali..maka tatkala ia datang di hari kiamat dengan wajahnya seperti bulan purnama.."

"Rasulullah bersabda...Dalam sebuah hadis qudsi ALLAh berfirman "LAILAHAILLAH" adalah kalamku..akulah yang kehendaki pada kalimah ALLAH..barangsiapa yang berkata kalimah ini beerti ia telah masuk ke kotaku..Dan Barangsiapa yang masuk ke kotaku..maka selamatlah ia dari siksaku.."








Agak2la kan. Siapa Yang Paling Kejam?


Sumber : Facebook


siapa lebih kejam??????

Tiga orang lelaki yang sedang mabuk bertanding untuk menentukan siapa yang paling kejam.

Lelaki yang pertama menyerang seorang perempuan dan memukulnya sehingga giginya patah, lebam kedua biji matanya dan darah keluar daripada hidung dan telinga perempuan itu. Akhirnya perempuan itu jatuh ketakutan dan badannya menggeletar.

Dia berpusing menghadap dua lelaki dan berkata dengan bangganya,

“Akulah orang yang paling kejam”,

Tidak berpuashati, lelaki kedua bangun dan mengoyak baju perempuan itu, merogolnya dan terus mencekik perempuan itu sehingga perempuan itu mati.

Dan dia berkata

“Tidak ada siapa yang lebih kejam daripada aku”.

Lelaki ketiga pula bangun dan tersenyum. Dia menjawab

“Akulah yang paling kejam, aku cuma berdiri dan melihat kekejaman kamu sedangkan perempuan ini adalah adik aku”

Perempuan itu adalah Lebanon.

Lelaki pertama ialah Israel.

Lelaki kedua adalah Amerika Syarikat.

Lelaki ketiga pula ialah Umat Islam yang hanya berdiam diri dan lihat.

Tahniah kepada Umat Islam.

p/s : Sama-samalah kita muhasabah diri...sejauh mana usaha kita untuk menolong saudara-saudara Islam kita...renung sejenak sebanyak mana doa yg kita telah hadiahkan...Umat Islam itu lemah kerana mereka JAUH daripada agama mereka sendiri...



15 September 2010

Tanda - Tanda Mati Husnul Khatimah


Kali ini kita bincangkan tanda-tanda mati husnul khatimah. Antara tanda mati husnul khatimah ialah:

1. Mengucapkan kalimah syahadah ketika wafat. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Sesiapa yang pada akhir kalimahnya mengucapkan La ilaaha illallah maka ia dimasukkan ke dalam syurga.” (Hadis Riwayat Hakim)


2. Ketika wafat dahinya berkeringat. Ini berdasarkan hadis dari Buraidah Ibnul Khasib. Adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, melihat saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia sudah wafat dan terlihat pada jidatnya (dahi) berkeringat, kemudian dia berkata: “Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya.” (Hadis Riwayat Ahmad, an-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)

3. Wafat pada malam Jumaat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w bermaksud:
“Tidaklah seorang Muslim yang wafat pada hari Jumaat atau pada malam Jumaat kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari seksa kubur.” (Hadis Riwayat Ahmad)

4. Mati syahid di dalam medan perang.

5. Mati dalam peperangan fisabilillah.


Rasulullah bersabda, maksudnya: “Apa yang kalian kategorikan sebagai orang yang mati syahid di antara kalian? Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa saja yang mati terbunuh di jalan Allah. Baginda bersabda: “Kalau begitu umatku yang mati syahid sangatlah sedikit.” Kalangan sahabat kembali bertanya: “Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah?” Baginda menjawab: “Sesiapa yang terbunuh di jalan Allah, yang mati sedang berjuang di jalan Allah dan yang mati kerana penyakit kolera, yang mati kerana penyakit perut (iaitu disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar atau sejenisnya), dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam, dialah syahid.”(Hadis riwayat Muslim, Ahmad dan al-Baihaqi)

6. Mati disebabkan penyakit kolera. Mengenai ini banyak hadis Rasulullah s.a.w meriwayatkan antaranya sebagai berikut: Rasulullah bersabda, maksudnya: “Penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap Muslim.” (Hadis riwayat Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)

7. Mati kerana tenggelam.

8. Mati kerana tertimpa runtuhan/tanah.


Dalil dari dua perkara di atas adalah berdasarkan sabda Rasulullah bermaksud: “Kalangan syuhada itu ada lima; orang yang mati kerana wabak kolera, kerana sakit perut, tenggelam, tertimpa runtuhan bangunan dan syahid berperang di jalan Allah.” (Hadis riwayat Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dan Ahmad)

9. Perempuan yang meninggal kerana melahirkan anak.

10. Mati terbakar.

11. Mati kerana penyakit busung perut.


Mengenai kedua perkara ini banyak sekali riwayat dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara marfu’: “Kalangan syuhada ada tujuh: Mati terbunuh di jalan Allah, kerana penyakit kolera adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, kerana busung lapar adalah syahid, kerana penyakit perut keracunan adalah syahid, kerana terbakar adalah syahid dan yang mati kerana tertimpa runtuhan (bangunan atau tanah gelongsor) adalah syahid serta wanita yang mati ketika hamil adalah syahid.” (Hadis riwayat Imam Malik, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

12. Mati kerana penyakit Tubercolosis (TBC).
Ini berdasarkan sabda Rasulullah s.a.w, maksudnya: “Mati di jalan Allah adalah syahid dan perempuan yang mati ketika melahirkan adalah syahid, mati kerana terbakar adalah syahid, mati kerana tenggelam adalah syahid, mati kerana penyakit TBC adalah syahid dan mati kerana penyakit perut adalah syahid.” (Hadis riwayat Thabrani)

13. Mati kerana mempertahankan harta dari perompak. “Sesiapa yang mati kerana mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Sesiapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid.” (Hadis riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

14. Mati dalam membela agama dan jiwa. “Sesiapa mati terbunuh dalam membela hartanya, dia mati syahid; siapa saja yang mati dalam membela keluarganya, dia mati syahid; sesiapa mati dalam membela agama (keyakinannya), dia mati syahid dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) dia syahid.”

15. Mati dalam berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (solat) pada malam harinya. Apabila dia mati, mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari seksa kubur (fitnah kubur).”

16. Orang yang meninggal ketika mengerjakan amal soleh.
Semoga kematian kita dalam husnul khatimah.



14 September 2010

Dia Takdirmu Di Syurga.

Sumber : Facebook

Hati manusia sangat fleksibel, tersentuh, mudah bimbang tatkala takdir tidak sebulu dengan fitrah, tatkala diserang malapetaka di luar dugaan resah bukan kepalang, akal separa waras.
Bila keinginan diharapkan menemani, datang pula bebanan menghantui. Kenapa, mengapa, apa berlegar, berputar ligat membunuh daya mampu dan mahu. Mampu, dalam erti kata berpecak silat menentang badai, dan mahu, berubah.

Berkali-kali kita diingatkan, manusia tidak sirna dari dugaan, sering diduga dan menduga. Tabi-'e alam, memang kita memerlukan antara satu sama lain, tiada siapa bisa mendabik dada dia boleh hidup tanpa perlu kepada manusia lain, hatta hartawan sendiri masih memerlukan khidmat orang bawahan, mengaji mengurus dan sebagainya. Justeru itu, masalah akan ada di mana-mana tanpa dipinta, cuma kita disarankan agar berhati-hati, sedia, sabar, dan belajar dari masalah tersebut.

Jodoh, adalah hal berkaitan dengan fitrah, mahu tidak mahu setiap daripada kita pasti dipaksa bergelumang meredah mehnah, suka duka, jerih perih sebelum bahagia dalam rumahtangga direalitikan. Manusia tidak selama-lama akan kebal, pasti ada satu saat dia akan tunduk, jatuh. Oleh kerana itu, Islam mengajar agar kita tidak sombong untuk belajar daripada alam, pengalaman, sirah buat pendinding kalis kecewa, sengsara, dan lara.

Kita kian tenang dalam damai ketika mencari cinta Ilahi nan abadi. Kita mesti selalu jadi baik, agar yang baik juga Allah Taala jodohkan untuk kita. Cinta yang dicari baik, tetapi cinta yang ditemui lebih baik lagi. Keluarga ibarat sebuah negara, suami ialah seorang pemimpin menerajui sebuah kerajaan besar, tidak boleh dipandang enteng. Berjaya atau tidak seorang suami itu dilihat berjaya atau tidak anak buah di bawah jagaannya.

Perkahwinan yang sempurna bukanlah sentiasa sempurna, melainkan ketidak-sempurnaan yang ditangani dengan kemahuan pada agama, syari-'at aturan daripada al-Quran dan as-Sunnah. Tiada apa yang sempurna dalam dunia ini kerana ini hanyalah dunia. Tidak penting di mana kita bermula, tetapi lebih penting di mana kita akan berakhir. "Kali ini sudah dua kali peluang saya berikan, tapi abang masih tidak mahu berubah..." rintih seorang isteri bila mana tahu si suami main kayu tiga. Kadangkala kita terlalu mengharap sesuatu yang ideal sehingga kita terlepas pandang dengan segala kebaikan yang ada pada pasangan di depan mata, hingga kita cuba membandingkan dengan insan lain.

Salah kita juga, dulu bercinta bagaikan hilang waras manusia normal, bibir hanya berbicara kebaikan pasangan sahaja, memuji kecantikan pasangan. Bila dah akad, pasti kebaikan juga diharapkan, namun panas tidak selalu sampai ke petang, bila ada step tersilap, maka mulalah persoalkan ini dan itu. Cabaran hidup berkeluarga tidak seindah yang diimpikan, khabar tidak seindah rupa. Tidak boleh menjadi idealistik. Banyak tanggungjawab harus dipikul, banyak keseronokan masa bujang yang terpaksa dikorbankan, karenah anak-anak yang bisa menggugat kesabaran.

Bila dah berumahtangga suami isteri bukan sahaja berkongsi satu bilik, satu katil, satu almari, tapi juga satu rasa, satu tanggungjawab. Bebanan kewangan diatasi, dikoreksi bersama.
Di sini, cinta akan mekar berputik, kekurangan ada di sebelah pasangan dilengkapkan pasangan lain. Usia perkahwinan juga akan melalui pra-matang, maka dalam tempoh demikian, terlalu banyak agenda perlu dirangkumkan, apa patut didahulukan, dan mana patut dikemudiankan.

Sebelum Kahwin

Berusaha menjadi terbaik untuk mendapat yang terbaik, bukan menilai orang lain baik tapi diri sendiri tiada usaha menjadi baik. Maka segalanya dilakukan dengan usaha dan niat yang ikhlas, niat baik akan dipertemukan dengan takdir-Nya yang baik-baik. Kebaikan kita dinilai oleh masa, kalau umur dah berginjak 20-25 tahun, tapi masih bermain PSP, baca majalah mangga, belek komik bersiri, bukankah teramat jauh untuk jadi baik.

Allah Taala berfirman, bermaksud: "...perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik.
 
Mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat)" an-Nur (24:26)

Benar kita boleh berlakon, depan orang cerah perut ibu mengandung, tapi sampai bila, tembelang kalian pasti dapat dihidu, bila dah kahwin semua itu sudah tiada lagi, kembali pada perwatakan sebelumnya. Kalian berhak memasang cita-cita, memiliki isteri mampu menjaga pakaian dan makan minum, mendamba isteri rajin bertadarrus al-Quran dan bertahajjud malam, isteri rajin dalam kerja-kerja dakwah, mengimpikan isteri melahirkan zuriat soleh dan solehah, menginginkan isteri berkongsi suka dan duka, kalian boleh buat demikian, tapi sanggupkah kalian juga menjadi seperti apa seorang isteri harapkan, menemani di kala tahajjud, menyediakan pakaian dan makan minum, menjadi pemimpin baik buat dirinya dan anak-anak yang soleh dan solehah.

Mereka bertadabbur, dan memahami kalam Allah satu ini;

Allah Taala berfirman, bermaksud: "Kaum lelaki itu adalah pemimpin dan pengawal yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan..." an-Nisaa' (4:34)

Menetapkan niat untuk menjadi lelaki yang baik untuk keluarganya serta hasrat untuk melahirkan generasi baru yang membawa ad-Deen merupakan usaha yang murni. Sudah tentu usaha sedemikian memerlukan keteguhan dan kecekalan serta usaha yang berterusan sambil memohon pertolongan Ilahi. Niat yang baik akan menatijahkan hasil yang baik. Seorang lelaki menyukai perempuan yang mempunyai sedikit sentuhan maskulin manakala perempuan yang akan menjadi isteri juga menyukai lelaki yang mempunyai sentuhan feminin. Ringkasnya, suami akan suka isteri yang boleh berdikari menyelesaikan beberapa tugasan atau kerja-kerja yang selama ini dilakukan oleh suami, manakala isteri juga menyukai suaminya sekali sekala buat kerja rumah dan memasak untuk keluarga.

Ada kalanya suami memerlukan isteri membantunya dalam menyelesaikan kerja-kerja yang selama ini suami yang lakukan, adakalanya si isteri memerlukan suami untuk ringan tulang dalam hal berkaitan house-chores. Tiadalah itu satu harapan yang melangit, melainkan rasa ingin merealisasikan sesuatu yang sudah berkurangan dalam kehidupan insan hari ini.
Rasulullah s.a.w dalam kesibukannya berdakwah dan menjadi penghulu ummat juga mampu memenuhi hak-hak keluarganya, dan membina satu keluarga Islami yang bahagia, maka kita juga berusaha untuk menjadi seperti baginda.

Saya tidak setuju kalian bercinta sebelum kahwin. Cinta tidak salah, tapi masalah besar adalah orang bercinta, salah meletakkan harga sebuah cinta. Kalau sudah rasa tidak mampu, maka jauhilah maksiat cinta. Kebanyakan orang bercinta terbawa-bawa dengan khayalan cinta sehingga bersikap terlalu romantik. Bila berbual, banyak control macho sehingga tidak berani bercakap jujur dalam hal-hal tertentu. Bila bercakap, banya tipu dari memberitahu perkara yang sebenar. Bila merancang, banyak manis dari yang pahit. Bila berjanji banyak hipokrit dari realistik. Ini lumrah orang bercinta. Kerana itu, elakkan mengenali pasangan terlalu intim sebelum berkahwin. Dibimbangi, kalian terkejut selepas berkahwin. Sanggupkah kalian bercinta?

Selepas Kahwin

Kehidupan adalah realiti yang memotretkan pelbagai palitan warna emosi, suka duka sebagai diari dibaca, dicermati pada hari muka, hal baik-baik sudah pasti diulang dan diperbaiki dari semasa ke semasa. Kehidupan adalah lautan yang dipenuhi gelombang, taufan dan goncangan, membawa pelbagai cuaca, sudah pasti memberi kesan membekas di hati manusia. Hati manusia ibarat sebuah sampan kecil yang dipaksa berlayar dalam lautan luas. Mahu atau tidak, manusia perlu benar-benar memahami, belajar dari lautan kehidupan sebaik sahaja mereka membuka mata, dan bersedia memulakan pelayaran. Suri teladan para pelayar sudah ada di hadapan kalian, tinggal lagi kalian memilih cara mereka atau membentuk kaedah pelayaran tersendiri berdasarkan pengalaman mereka. Pelayar terbaik, tidak lain dan bukan adalah baginda s.a.w.

Cinta itu bukan alasan utama untuk dapat bahagia, kerana ramai juga bercerai kerana cinta.
Ramai orang bercinta bagai hilang ingatan, tapi bercerai berai juga. Ramai yang kahwin suka sama suka, tapi rumahtangga kecoh. Ini bukan soal cinta atau suka. Ini soal sejauh mana kebergantungan suami isteri pada Allah Taala dalam setiap urusan, Sejauh mana mereka sepakat dalam mencari berkat dalam rumahtangga. Dengan kehendak Allah sahaja, rumahtangga akan berjaya dan bahagia. Pohonlah kebaikan pada-Nya, serta terus menerus menjadi baik. Andai ombak kuat melanda bahtera, jangan disangka tiada harapan dapat berlabuh dengan selamat. Ingatlah semakin kita diuji, itu tandanya kasih sayang Allah Taala kepada kita dan Dia tidak akan membebankan hamba-Nya melainkan sesuai dengan apa yang daya kekuatan.

Allah Taala berfirman yang bermaksud: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" al-Baqarah (2:286)

Makin banyak kita diuji, makin dekat kita kepada-Nya dan semakin matang dan penuh hikmah kita menyelesaikan sebarang masalah dengan kaedah terbaik, dipersetujui bersama.
Bersabarlah para isteri dengan suami yang kebanyakannya akan diam dalam membatu, dan bersabarlah para suami dengan leteran dan bebelan para isteri yang adakalanya untuk menyedarkan anda. Dialah satu-satunya insan yang terbaik untuk diri kalian, bukan kedua, bukan ketiga. Berusahalah melengkapi kekurangan antara satu sama lain dengan segala kelebihan dan kebaikan pada diri masing-masing. Bukannya untuk meruntuhkan masjid yang dibina dan memisahkan ikatan yang terjalin.

Carilah salah sendiri kenapa tidak mencari yang kurang baik tapi bisa diasuh menjadi baik.

Rumahtangga bahagia, bukan bahagia cukup material dan keperluan jasmani bahkan keperluan rohani. Maka bercintalah kalian sepuas-puasnya, kerana kalian adalah halal bagi pasangan. Setiap hembusan cinta kalian, pasti berbuahkan pahala di kebun cinta Ilahi di taman syurga nanti. Bukankan ironi sangat aneh, bercinta sebelum kahwin lebih hebat berbanding bercinta selepas akad, jelas sekali kalian hipokrit.

Kenapa perlu mengembalikan cinta?

Saya merasakan setiap manusia itu entitled dan deserved untuk hidup dalam tenang dan bahagia. Hidup tanpa cinta ibarat burung yang terbang dalam sangkar. Selagi ada ruang untuk bercinta, maka sirami dan bajailah cinta itu. Cinta selepas Ijab dan Qabul, sesungguhnya mampu untuk diluahkan dan masih ada untuk dihadiahkan bersama. Selepas kahwin anda tetap sebagai nakhoda. Nakhoda kepada para kelasi di bawah tanggungan anda. Baik buruk kesudahan perjalanan mereka berada di tangan kalian. Prinsip dan paradigma utuh sahaja akan selamat mengemudi badai dunia.

Rujukan: Rezza Khanafiah


Ketahuilah Wanita, Lelaki Teransang 30 kali Sehari.


Sumber - Notes Facebook

Saya tertarik benar dengan khutbah Jumaat di tempat saya (Balai Islam, Flet Pekeliling) 15 Jun lalu. Isunya mengenai kewajipan menutup aurat. Disebabkan semua jemaah lelaki, khatib mengingatkan jemaah supaya memberitahu anak isteri supaya menjaga aurat masing-masing.

Kenapa wanita itu senang menjadi fitnah? Memang itulah hakikatnya kerana wahai wanita, Allah telah jadikan anda makhluk paling cantik dipandang mata, andalah sebaik-baik perhiasan yang mampu menarik pandangan setiap mata di sekitarmu.

01. Ada yang pakai tudung singkat. Julurnya diikat ke belakang. Atau diikat ke leher. Maka nampaklah 'kegebuan' leher dan dadanya. Sedangkan dalam khutbah tadi, khatib membacakan ayat al-Quran yang meminta wanita melabuhkan tudung, menutup bahagian dada mereka.

02. Ada pakai tudung, tapi pakai T-shirt pendek. Malah ada yang pakai T-shirt tanpa lengan. Sudah tu ketat pula. Bukankah lengan itu aurat. Bahaya mendedahkan lengan yang 'gebu' itu. Yang dahsyatnya, ada pakai T-shirt singkat yang dipadankan dengan jeans terlondeh. Jadi apabila membongkok atau duduk, nampak seluar dalam, malah kadang-kadang alur bontot.

03. Ada pakai tudung, tapi pakai jeans teramat ketat. Alur punggung pun terbelah dua. Bentuk bontot pun terserlah. Apa nak jadi ni?

04. Ada yang pakai tudung, tapi pakai kebaya ketat. Tidak cukup dengan tu pakai 'kain koyak' pula. Apabila berjalan, terserlahlah 'kegebuan' betis malah kadang-kadang paha pun tersembul.

05. Ada yang pakai tudung, tapi pakai kain singkat, macam skirt mini. Kaki bukan auratkah? Pakailah stokin!!!!!!!

06. Ramai perempuan pakai tudung, tapi bermekap tebal dan berwangi-wangian. Bibir merah menyala. Menunjukkan aksi seksi pula tu.

07. Ada perempuan bertudung, 'merendek' pula dengan pacar di bangku stesen bas dan pusat beli-belah. Ini menjatuhkan imej wanita bertudung.

08. Ramai perempuan suka pakai kasut bertumit tinggi. Apabila berjalan berbunyilah, tang, tang, tang. Dalam khutbah tadi, khatib memberitahu tidak boleh timbul bunyi yang boleh menaikkan syahwat lelaki.

Syahwat Lelaki

Berkenaan syahwat lelaki ini, saya berpendapat kebanyakan perempuan tidak memahaminya.

Ini kerana perempuan dan lelaki tidak sama dari segi biologi keinginannya. Lelaki mudah saja naik syahwatnya sedangkan perempuan tidak. Kebanyakan perempuan ingat lelaki macam dia. Itu tidak benar sama sekali.

Seorang rakan saya memberitahu, satu kajian mendapati lelaki terangsang secara puratanya sebanyak 30 kali sehari. Ini sudah semula jadi. Bukan dibuat-buat. Jadi bukan sesuatu luar biasa jika lelaki naik syahwatnya jika melihat aurat perempuan. Itu normal. Jadi untuk selamat dunia akhirat, lelaki dan perempuan wajib jaga aurat masing-masing. Ikut saranan al-Quran dan hadis. Tafsiran ajaran al-Quran dan hadis disampaikan oleh ilmuan agama seperti khatib Jumaat itu. Pandai-pandailah nanti menjawab dan berdalih di hadapan Allah.. Tak takut ke?

Saya perhatikan sekarang ini ramai perempuan bertudung. Alhamdulillah, tetapi yang tidak sedapnya, semakin ramai wanita bertudung tetapi tidak menutup bahagian sensitif.

Lepas tu, disalahkan pula lelaki mata keranjang. Lelaki buaya darat. Lelaki mengganggu. Lelaki sexual harashment. Siapa suruh buat-buat suara manja? Sape suruh? Sapa suruh telanjang dikhalayak ramai? Akhir zaman, wanita berpakaian, tetapi hakikatnya mereka berbogel. Siapa yang cakap tu? 
iLuvislam.com

Lelaki dan perempuan ikut saja panduan al-Quran dan hadis jika mahu selamat.
Jangan mahu dibantah hukum-hakam agama. Hendak Seribu Daya, Tak Hendak Seribu Dalih.. Wallahua'lam


AMARAN BUATMU NISSA'
Tidakkah kamu takut ancaman insan mulia,
Bahawa golongan kamu banyak adalah penghuni neraka,
Sembilan nafsumu sentiasa bersama,
Dan satu akalmu yang menyelamatkan jiwa..


NISSA,
Tutuplah auratmu sepanjang masa,
Tiada indahnya pandangan di mata,
Kecuali pada nafsu yang membara,
Pakaian mu hendaklah sempurna,
Tidak nipis dan mencolok mata,
Bebas najis suci sentiasa,
Azab kubur neraka selamat selamanya,
Hasanah akhirnya kau kecapi jua,
 
NISSA,
Jagalah tuturmu kepada ibu dan bapa,
Dirimu ditatang dan dimanja,
Fikirkan berapa nilai kasih dan harta mereka,
Yang diberikan kepadamu tanpa mengharapkan balasan jasa,
Hanya mereka inginkan kamu Menjadi insan solehah berjaya,
Taat kepada ALLAH dan Rasul-Nya,
Mengharapkan doamu di kala mereka tiada didunia,
Mengharapkan belasmu didunia,
agar mereka terlepas azab yang menyeksa.


Hukum Aurat Dalam Islam

Sumber : Facebook

Berkaitan dengan hukum aurat perempuan secara jelasnya telah dinyatakan oleh Allah Taala dalam Al-Qur'an sebagai satu perintah dan kewajipan yang harus dilaksanakan oleh hambaNya yang mukmin mengikut keadaan dan situasi yang tertentu. Adalah menjadi satu kemestian "WAJIB" bagi setiap wanita akur dengan perintah Allah untuk memakai menutup kepala mereka dan jika perlu termasuk juga mukanya tanpa banyak soal dan tanpa alasan-alasan yang bodoh. Kiranya ada di antara mereka yang ingkar dengan perintah yang sudah termaktub dalam Kitabullah, ingatlah siksaan Allah adalah amat keras buat mereka!!!!!!.  Sebagai melaksanakan kewajiban untuk menyebarkan yang HAQ ini, maka suluk bentangkan di sini dalil dan nas yang berkaitan dengan KEWAJIPAN MENUTIP AURAT  bagi setiap wanita Islam yang mengaku beriman dengan Kitab Allah dan Rasulnya.  Antaranya ialah sebagaimana berikut;

Nas Pertama.

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." [Surah An-Nur:31}

Nas Kedua.

"Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." [Surah Al-Ahzab:59]

Nas Ketiga {Dari Kitab-kitab karangan Ulama Muktabar].

1. Aurat antara muslimat dan bukan muslimat. Khilaf ulama' dalam mentafsirkan kalimah `auNisaa' ihinna' dalam ayat 31 surah anNuur (24). Menurut Tafsir Fakhrur_Razi, Jld 23, ms 207 menyatakan jumhur ulama' mentafsir kalimah itu sebagai wanita-wanita Islam sahaja. Dari tafsir Qurthubi (Jld 12, ms 233) juga mentafsirkan kalimah "aunisaa'ihinna" itu sebagai wanita muslimah sahaja.

Ini bermakna aurat wanita dihadapan wanita bukan Islam ialah muka dan dua tapak tangan. Imam Qurthubi membawa hujah perintah Umar alKhattab RA kepada Gabnurnya, Abu Ubaidah alJarrah  supaya tidak membenarkan wanita Islam mandi bersama wanita ahli Zimmah di permandian awam.

Pandangan yang agak berlainan dari pandangan jumhur ialah pendapat Ibn Arabi (Ahkamul Qur'an, Jld 3, ms 326) beliau berpendapat maksud `aunisaa'ihinna' (wanita mereka) itu bermaksud semua wanita yang baik akhlaqnya dan baik hubungannya dengan wanita muslimah. Ini bermakna wanita Islam boleh membuka auratnya kepada wanita yang baik akhlaknya dan menjalin hubunan baik dengan mereka. Ia termasuk wanita bukan Islam. Jika wanita itu buruk akhlaknya termasuk wanita Islam sendiri, maka wanita Islam tidak boleh membuka auratnya. Syaikh Ali Asyhabuni (mufassir baru dari Saudi (Tafsir Asyabuni) menyokong pendapat Ibn Arabi.

MASALAH PERTAMA: Hukum lelaki yang baligh melihat perempuan ajnabi. Di bawah ini saya nyatakan beberapa masalah di sekitar hukum ini:

a) Haram melihat kepada aurat perempuan yang ajnabi. Aurat perempuan di hadapan lelaki ajnabi sebagaimana yang telah disepakati oleh jumhur fuqahak ialah seluruh tubuh badannya kecuali muka dan dua tapak tangan.

b) Fuqahak telah berselisih pendapat mengenai muka dan dua tapak tangan perempuan ajnabi, adakah ia aurat atau tidak. Menurut sebahagian ulamak, kedua anggota ini adalah aurat yang wajib ditutup samada ia menimbulkan fitnah ataupun tidak, atau samada akan menaikkan syahwat kepada lelaki yang melihat ataupun tidak. Sebahagiannya pula berpendapat bahawa kedua anggota ini bukanlah aurat yang wajib ditutup. Tidak diharamkan bagi seorang lelaki melihatnya. Walaubagaimanapun mereka ini bersepakat mengatakan bahawa keduanya haram dilihat apabila akan menimbulkan fitnah. Ini bermakna mereka bersetuju mengatakan haram hukumnya bagi lelaki ajnabi melihat kedua anggota ini apabila menimbulkan fitnah atau melihat keduanya dengan syahwat.

c) Pengharaman melihat aurat bukan sahaja pada anggota yang masih berhubung atau melekat dengan tubuh badan, bahkan diharamkan juga melihatnya setelah ia bercerai dari tubuh badan seperti kuku, rambut, bulu kemaluan dan lain-lain. Wajib menyimpan anggota atau bulu yang telah bercerai dari tubuh badan dari dilihat oleh lelaki atau perempuan ajnabi.

MASALAH KEDUA: Kanak yang belum mengerti tentang aurat perempuan melihat perempuan. 
Perempuan tersebut wajib menutup anggota di antara pusat dan lutut sebagaimana auratnya di hadapan mahram.

MASALAH KETIGA: Lelaki yang hampir baligh.
Lelaki yang hampir baligh diharamkan melihat aurat perempuan yang ajnabi sebagaimana lelaki yang telah baligh (lihat masalah pertama).

MASALAH KEEMPAT: Lelaki yang terpotong zakarnya dan buah pelirnya
Lelaki ini diharuskan melihat perempuan yang ajnabi sebagaimana dia melihat mahramnya, iaitu selain anggota di antara pusat dan lututnya.

MASALAH KELIMA: Lelaki yang hanya mempunyai zakar sahaja tanpa buah pelir atau yang mempunyai buah pelir sahaja tanpa zakar
Lelaki ini seperti hukum lelaki yang normal, iaitu yang mempunyai zakar dan buah pelir (lihat masalah pertama).

MASALAH KEENAM: Hamba lelaki melihat tuannya (perempuan)
Jika hamba tersebut bersifat adil (tidak fasik) dan tuannya juga bersifat adil, maka harus melihatnya sebagaimana melihat mahram, iaitu selain dari anggota di antara pusat dan lutut.

MASALAH KETUJUH: Melihat hamba perempuan
Melihat hamba perempuan sebagaimana hukum melihat perempuan yang merdeka (lihat masalah pertama).

MASALAH KELAPAN: Melihat kanak-kanak perempuan
Harus melihat seluruh anggota kanak-kanak perempuan yang belum sampai peringkat diingini oleh lelaki kecuali pada farajnya. Diharuskan kepada ibubapa, penjaga atau perempuan yang menyusukan kanak-kanak perempuan yang masih dalam peringkat menyusu dan asuhan melihat dan menyentuh farajnya. Kerana dalam usia begini, ibu ataupun pengasuh terpaksa membasuh farajnya dari najis, mengubatinya atau sebagainya. Melihat dan menyentuh zakar kanak-kanak lelaki adalah sebagaimana faraj kanak-kanak perempuan.

MASALAH KESEMBILAN: Melihat perempuan yang telah tua
Imam al-Ghazali berkata bahawa hukum melihat perempuan ajnabi yang telah tua adalah sebagaimana hukum melihat perempuan yang masih muda.

MASALAH KESEPULUH: Melihat perempuan yang mahram (yang haram dinikahi seperti ibu, saudara perempuan dan sebagainya)
Seorang lelaki diharamkan melihat anggota di antara pusat dan lutut mahramnya. Dia diharuskan melihat selain dari anggota tersebut. Dia juga diharuskan berkhalwat dan bermusafir bersama mahramnya.

MASALAH KESEBELAS: Lelaki melihat lelaki
Seorang lelaki diharuskan melihat selain dari anggota di antara pusat dan lutut lelaki lain.

MASALAH KEDUABELAS: Melihat lelaki muda belia yang belum ditumbuhi janggut atau bulu (amrad)
Haram melihatnya dengan syahwat.

MASALAH KETIGABELAS: Perempuan melihat perempuan
Sebagaimana hukum lelaki melihat lelaki (lihat masalah kesebelas).

MASALAH KEEMPATBELAS: Perempuan kafir melihat perempuan muslimah
Diwajibkan kepada perempuan muslimah menutup auratnya di hadapan perempuan kafir kerana tidak, berkemungkinan dia akan menceritakan auratnya kepada lelaki kafir.

MASALAH KELIMABELAS: Perempuan melihat lelaki yang ajnabi
Sebagaimana hukum lelaki melihat perempuan yang ajnabi (lihat Masalah pertama).

MASALAH KEENAMBELAS: Perempuan yang fasik melihat perempuan yang terpelihara kehormatannya
Perempuan yang terpelihara kehormatannya wajib menutup auratnya di hadapan perempuan yang fasik kerana melakukan zina atau lesbian (hubungan seks antara perempuan dengan perempuan)

MASALAH KETUJUHBELAS: Suami melihat isteri  
Di bawah ini adalah masalah yang berhubung kait dengan hukum ini:
a) Harus bagi suami melihat seluruh tubuh badan isterinya atau hamba perempuan yang halal untuknya, tetapi makruh melihat farajnya lebih-lebih lagi batin farajnya.
b) Diharuskan juga menyentuh farajnya. Manakala melihat dan menyentuh duburnya tanpa memasukkan zakar ke dalamnya adalah harus.
c) Pengharusan ini hanya berlaku ketika isterinya masih hidup lagi. Setelah kematiannya, hukumnya adalah sebagaimana melihat mahramnya (lihat masalah kesepuluh).

MASALAH KELAPANBELAS: Isteri melihat suami
Sebagaimana hukum suami melihat isteri (lihat masalah ketujuhbelas).

MASALAH KESEMBILANBELAS: Menyentuh sesuatu yang haram dilihat
Masalah di sekitar hukum ini ialah:
a) Haram menyentuh sesuatu yang haram dilihat sebagaimana yang tercatat di dalam masalah-masalah yang lalu, kerana menyentuh adalah lebih mendatangkan kenikmatan dan kelazatan lagi jika dibandingkan dengan melihat.
b) Haram bagi dua orang lelaki atau dua orang perempuan berbaring di dalam satu kain atau selimut dalam keadaan berbogel dan di atas satu tilam. Ibubapa atau penjaga wajib memisahkan di antara kanak-kanak lelaki atau perempuan dari tempat tidur ibubapanya. Begitu juga antara adik beradik  lelaki dan perempuan.
c) Haram memicit atau mengurut peha lelaki lain tanpa lapik. Jika berlapik, maka diharuskan tetapi dengan syarat tidak dikhuatirkan fitnah dan tidak dengan syahwat.
d) Haram menyentuh mahramnya, begitu juga sesama lelaki atau sesama perempuan sekalipun pada anggota yang harus dilihat seperti pada kaki atau perutnya, termasuk mengusapnya kecuali kerana hajat atau dilakukan kerana timbul dari perasaaan kasih sayang serta bebas dari fitnah dan syahwat.
e) Haram menyentuh muka perempuan yang ajnabi sekalipun diharuskan melihatnya kerana hendak meminang.
f) Hukum berjabat tangan.
i- Seorang lelaki diharamkan berjabat tangan dengan perempuan yang ajnabi. Dalil yang mendasari hukum ini ialah:
Dalil pertama: Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Saiyidah Aisyah r.a. mengenai bai'ah yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w. terhadap beberapa orang perempuan, Aisyah r.a. berkata: " Demi Allah, tangan baginda tidak menyentuh seorang perempuan pun dalam pembai'atan itu. Baginda hanya membai'at mereka dengan perkataannya: "Benar-benar telah aku bai'at kamu atas hal itu." (Riwayat Bukhari)
Al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitabnya Fathul Bari berkata: "Maksud ucapan Rasulullah s.a.w.: "Benar-benar telah bai'at kamu dengan ucapan." adalah ucapan tanpa berjabat tangan sepertimana yang biasa terjadi, di mana lelaki berjabat tangan sewaktu bai'ah dijalankan.
Dalil kedua: Dari Abdullah bin Amr bin al-As r.a. berkata: "Rasulullah s.a.w. tidak pernah berjabat tangan tangan dengan perempuan dalam pembai'atan." (Riwayat Imam Ahmad)
Sunat berjabat tangan antara sesama lelaki atau sesama perempuan ketika bertemu.
Makruh berjabat tangan dengan orang yang mempunyai penyakit kusta.
Haram hukumnya berjabat tangan dengan amrad (lelaki muda yang belum tumbuh misai atau bulu) dengan disertai oleh syahwat.
g) Makruh memeluk dan mengucup kepala sesama lelaki atau sesama perempuan kecuali terhadap orang yang baru sampai dari musafir atau orang yang lama tidak ditemui. Bahkan perkara ini sunat dilakukan.
h) Sunat mengucup tangan orang soleh, warak, berilmu agama atau sebagainya yang dihormati dan dimuliakan dari segi agamanya. Manakala makruh hukumnya melakukan perkara tersebut terhadap orang yang dihormati dari sudut keduniaannya, seperti orang yang berpangkat, orang kaya atau sebagainya.
i) Diharuskan mengucup mayat orang soleh.
j) Sunat mengucup kanak-kanak sekalipun anak orang lain kerana kasih sayang.
k) Sunat berdiri untuk orang yang mempunyai kelebihan di dalam bidang ilmu agama kerana menghormatinya, bukan kerana riyak, membesarkan atau mengagungkannya.
l) Makruh membongkokkan badan terhadap sesiapa sahaja.  

KEADAAN KEDUA: MELIHAT DENGAN HAJAT

Berikut ini adalah masalah yang berhubung kait dengan keadan kedua ini, iaitu:
1) Harus melihat muka dan tapak tangan perempuan ajnabi kerana hendak mengahwininya
2) Kerana hendak membeli hamba perempuan. Diharuskan melihat selain dari anggota di antara pusat dan lutut.
3) Kerana bermuamalat atau berurusan dengan perempuan seperti berjual beli. Yang dibenarkan hanyalah melihat mukanya sahaja untuk mengenalinya.
4) Menjadi saksi, seperti melihat faraj atau zakar kerana menjadi saksi zina atau melihat buah dada kerana menjadi saksi penyusuan.
5) Harus melihat dan menyentuh perempuan ajnabi dengan tujuan berbekam atau mengubatinya, tetapi dengan dua syarat: 
a) Pengubatan itu dilakukan di hadapan mahram, suami atau dua orang perempuan yang boleh dipercayai. 
b) Tidak terdapat seorang pun perempuan yang boleh mengubatinya.
6) Harus melihat muka perempuan ajnabi dan amrad ketika mengajar dengan syarat: 
a) Ketiadaan tenaga pengajar wanita. 
b) Berkeuzuran untuk mengajar di balik tabir, sebagai contoh: Ketika mengajar menulis atau menjahit guru terpaksa mengajarnya tanpa tabir. 
c) Ada mahram, suami atau dua perempuan yang boleh dipercayai bersama perempuan tersebut.
7) Haram mengajar isteri yang telah ditalak.

Demikian himpunan hukum-kukum yang berkaitan dengan aurat perempuan yang dikutip dari Al-Quran, Hadis dan Ulama-ulama yang Muktabar. Kesimpulannya;  tidak syak lagi bahawa WAJIB bagi seorang perempuan menutup kepala dan seluruh tubuh kepada lelaki-lelaki asing.


Sebagai pengakhirnya renungilah firman Allah Taala seperti di bawah, semoga sama-sama kita mendapat peringatanNya;


"Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata."{Surah Al-Ahzab:36} . Allahu A'lam

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." [Surah An-Nur:31}

Mengapa Wanita Memerlukan Lelaki?


Wanita tidak semestinya memerlukan lelaki, tetapi wanita dan lelaki saling memerlukan, cinta itu anugerah. Mengapa wanita memerlukan lelaki di dalam hidupnya? Untuk beberapa waktu dahulu, ia begitu memukul-mukul kepala. Ya, apa perlu seorang wanita yang bebas mempertaruhkan sebahagian besar hidupnya kepada tangan seorang lelaki?

Bukankah lebih hebat jalan di hujung minggu bersama kawan rapat, berkenyit-kenyitan mata kepada lelaki kacak yang saling tidak putus dan tidak lokek senyum tanda salam perkenalan.
Saya mempunyai seorang rakan, sederhana cantik, tidak terlalu kurus tidak terlalu gemuk, tidak terlalu buruk, tidak terlalu jelita, manisnya ada, santunnya memikat orang tua, beragama juga kerana selalu sahaja diceritakan dia terhendap-hendap membawa sejadah masuk ke bilik stor kecil untuk solat, dan dia sentiasa cuba gembira dengan kehidupannya yang solo.

Tetapi saya fikir, saya faham apa yang berputar-putar dalam kepalanya. Dia tidak dapat berdusta betapa kebahagiaan cinta kawan-kawan membuatnya cemburu, dan membuatnya selalu terfikir-fikir: Apalah perasaan gadis yang dipuja dan dicintai hebat oleh seorang lelaki.
Kawan, saya harap dia membaca artikel ini. Cinta tidak datang dipaksa-paksa. Cinta tidak juga datang kala kita mahukannya. Jika kita mahukan ia menjadi air, ia datang seperti api.
Tetapi, jika kita bersabar dan menerima ketentuan Tuhan, seorang lelaki yang baik akan didatangkan kepada kita juga. 

Lelaki yang baik itu tidak turun dari langit. Lelaki yang baik itu juga tidak semestinya datang dengan kepala berketayap, janggut selambak atau harta membuak-buak. Tetapi lelaki yang baik, jika Tuhan mahukan dia menemani kita sepanjang hayat, membimbing kelakuan kita, menjaga kemurnian kalbu bersama-sama, mendidik, membuka jalan agar kita dapat memperdalam selok belok agama yang barangkali selama ini hanya menjadi pakaian dan lencana, dan memberikan kita zuriat yang halal lagi dirahmatiNya. Dia akan datang apabila tiba masanya. Lambat atau cepat, maafkan saya, kerana Allah itu yang lebih mengetahui.

Kawan, kedatangan seorang lelaki dalam kehidupan seorang wanita seperti manusia kudung yang diberikan semula sebelah kakinya. Dia menyempurnakan kita. Namun, tidak kira semasyhuk mana sekalipun perkasihan dua jantina, selain perkara yang cantik-cantik dan molek-molek, kita, wanita, harus bersedia menerima kehodohan-kehodohan perhubungan.
Kerana apabila kita mempersilakan seorang lelaki duduk di samping kita untuk sepanjang hayat, bererti kita harus langsung juga mempersilakan sekian masalahnya berbaring di bahu kita.

Kerana itu tidak hairan jika kita mendengar ada di kalangan kita, gadis, yang merungut-rungut kerana tanggungjawabnya terhadap keperluan hidup lelaki tidak juga berkurangan walaupun belum lagi berkahwin. Ya, lelaki memang mendatangkan bahagia. Tetapi lelaki juga mendatangkan sengsara. Namun jika kita bijak menatangnya, semuanya pasti baik-baik sahaja. Itulah adat dalam perhubungan. Yang buruk-buruk pasti ada.Barangkali daripada si dia, barangkali juga daripada kita, tetapi kita harus cermat mengimbangkannya agar jodoh berkekalan ke hari tua.

Bagi yang sedang galak bercinta dengan lelaki permata jiwa tetapi menerima tentangan keluarga dua pihak, jika anda fikir anda tidak mungkin mampu hidup bahagia tanpa restu ibu bapa, maka ada baiknya anda menyerah kalah saja. Walaupun tidak saling memiliki, dan cinta tidak juga diwali dan dinikahi, anda dan dia tetap pengantin di dalam jiwa. Barangkali sudah sampai masanya anda mencari sahaja lelaki lain untuk dibawa pulang menemui ibu bapa.
Bercakap soal kahwin, beberapa kenalan rapat yang dewasa bersama-sama. Sejak zaman gatal-menggatal kenyit mengenyit kala di bangku pengajian, kini sudah disunting, dan bakal menjadi isteri kepada lelaki yang mereka cintai.

Semoga mereka tak tersalah pilih. Dan semoga lelaki yang dipilih, melaksanakan tanggungjawab dan melunaskan hak suami isteri. Wanita, kita dicipta dengan kemuliaan syahadah. Kerana benih seorang lelaki, kita ini tersenyawa, dikurnia tenaga sehingga kita mampu menyibak jalan keluar dari rahim ibu untuk melihat dunia. Kerana benih seorang lelaki, kita ini ditiupkan jiwa, menjadi manusia, dan mencari seorang lelaki untuk dicintai, sebagaimana ibu diilhamkan Tuhan untuk berkasih sayang dengan bapa. Dan kerana Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta, kita wanita, kita ini diciptakan daripada lengkungan rusuk kiri lelaki, tidak terlalu gagah sehingga mengenepi kudrat lelaki, tidak juga terlalu lemah sehingga jatuh menyembah kaki.

Tetapi kerana ciptaan Tuhan itu indah, kita terbit daripada rusuk lelaki, bukan dekat kepala untuk dijunjungi, bukan dekat bahu untuk membebani, bukan dekat lengan untuk dijulangi, bukan dekat jari untuk disakiti, bukan dekat pinggul untuk dihenyaki, bukan dekat lutut untuk ditindihi, bukan dekat kaki untuk ditunggangi, tetapi dekat pelusuk hati untuk dimulia, disayangi dan dicintai. Andai lelaki itu burung yang terbang, kita adalah angin lembut yang bersisir-sisiran sepanjang perjalanannya. Tetapi kerana fitrah kejadian Tuhan wanita itu kebergantungan hidupnya harus saja diserahkan kepada seorang lelaki yang boleh melindungi, maka kita pun tidak selamanya mahu menjadi angin semata-mata.

Kita mahu menjadi bunga, menghias sayapnya. Kita mahu terus bersama-sama, terbang dari rendah perkebunan bunga sehingga ke sayup langit terbuka, sehingga jalannya yang paling hujung, sehingga kita tua, rapuh dan mati. Tetapi kita bahagia dalam dakapannya, semoga kita semua diketemukan dengan jodoh yang baik..InsyaAllah...


Merdeka Bersama RAHMAN



Surah Ar-Rahman:

[1](Tuhan) Yang Maha Pemurah serta melimpah-limpah rahmatNya.  
[2]Dia lah yang telah mengajarkan Al-Quran.  
[3]Dia lah yang telah menciptakan manusia; -  
[4]Dia lah yang telah membolehkan manusia (bertutur) memberi dan menerima kenyataan.

Agung Pertama Kita Tuanku Abdul RAHMAN,
Perdana Menteri pertama kita pula Tunku Abdul RAHMAN,
Merdekanya Kita adalah Bersama RAHMAN,
RAHMAN adalah rahmat dari Allah Kepada Kita Orang Timur.

RAHMAN adalah satu Keramat kepada Kita,
Kerana RAHMAN Berdirinya Beberapa Pemimpin kita,
Merdekanya Kita Bersama RAHMAN suatu Petanda,
Rahmat Allah Memenuhi Bumi merdeka bumi Malaysia.

Apakah Maksud Tersirat dari perkataan RAHMAN?
Apakah R? A? H? M? A? Dan N??
Hasilnya Adalah nama beberapa Pemimpin bumi Merdeka kita ini,
Nama Enam Pemimpin melalui RAHMAN ini..

R: RAHMAN, Tunku Abdul Rahman,
A: ialah Tun Abdul Razak
H: pula Tun Husein Onn'
M: iaitu Tun Mahathir
A: itu Tun Abdullah
N: Najib Tun Abdul Razak

Semoga Allah Memberkati,Merahmati Pemimpin kita ini,
Semoga Mendapat Pimpinan dari Allah, Semoga Teguh Berdiri Dengan Izin Allah memimpin kami semua,
Agar Sentiasa Makmur Dan Sentosa Sepanjang Masa...InsyaAllah..
Siapakah Pula Pemimpin Seterusnya yang Ke-TUJUH? Hanya Allah yang Tahu...
Merdeka Kita Bersama Rahman..Rahmat Allah Memayungi Bumi Malaysia...
Bumi Simpanan Allah..Janji Allah Pasti Berlaku...AMIN...

*Karya Ini Pernah Memenangi Tempat Ke-Tiga Dalam Mendeklemasi Sajak Kemerdekaan Di Sebuah Istitusi Pengajiaan Awam
Melaka Bandaraya Bersejarah.
*Sajak Ini Berunsurkan Kerohaniaan Patriotiksme.
*Karya Asal A.Afiq Al-Kelantani



SUMBER
FACEBOOK AHMAD AFIQ